Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2013

21 Februari 2013

Shinta Ridwan, seorang aktivis budaya bahasa dan sastra yang juga mahasiswa S3 Fakultas Sastra Jurusan Filologi Universitas Padjadjaran bersama dengan komunitas Aksakun (Aksara Kuno) menyelenggarakan kampanye bahasa ibu dalam rangka peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2013. Kampanye ini berlangsung di kawasan Dago, Jalan Ir. H. Juanda pada pukul 09.00 hingga pukul 10.30. Kemudian dilanjutkan di depan Graha Sanusi Harjawinata Universitas Padjadjaran Jalan Dipati Ukur, Bandung.

Ide ini tercetus oleh Shinta yang merasa gelisah atas semakin mengikisnya bahasa ibu di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda. Oleh karena itu, dia mengajak rekan-rekan Aksakun dengan teman-teman lainnya yang menaruh perhatian pada bahasa ibu untuk mengadakan aksi/ kampanye bersama di kawasan Dago sebagai bentuk perhatian dan ajakan kepada masyarakat Kota Bandung untuk kembali menghargai, mengapresiasi, dan melestarikan bahasa ibu agar tidak hilang.

Kampanye Hari Bahasa Ibu Internasional ini dilengkapi dengan poster-poster yang bertuliskan aksara kuno Sunda, spanduk bertuliskan Hari Bahasa Ibu Internasional, serta stensilan-stensilan kreatif hasil kreasi teman-teman Aksakun yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Rekan-rekan aksakun membagi-bagikan selebaran artikel bahasa ibu serta stiker kepada para pengendara sepeda motor dan kendaraan umum lainnya.

Selain itu, poster-poster yang ada, dipajang di pelataran luar depan Kantor BCA dan di trotoar sekitar lampu merah Dago. Mungkin diantara para pengendara banyak yang tidak mengetahui dan merasa asing dengan aksara yang ditampilkan pada poster tersebut. Inilah tujuannya. Kami memberikan semacam ‘umpan’ agar masyarakat bertanya-tanya, apa yang sedang dilakukan oleh kami yang kemudian dapat kami jelaskan maksud dan tujuan aksi kampanye ini.

Kampanye ini menarik perhatian wartawan. Beberapa diantara wartawan lokal turut berpartisipasi dan meliput kegiatan ini dari awal hingga akhir. Selanjutnya meminta waktu kepada Shinta Ridwan selaku koordinator acara untuk memberikan pernyataan dan penjelasan terkait dengan kegiatan ini.

Setelah selesai di kawasan Dago, kampanye ini dilanjutkan di kampus Unpad Dipati Ukur. Poster-poster Aksakun lalu dipajang di papan pengumuman untuk dijadikan bahan pameran agar dapat dilihat dengan jelas oleh mahasiswa-mahasiswi Unpad yang melewati depan Graha Sanusi. Ternyata, cukup banyak mahasiswa-mahasiswi Unpad yang melihat pameran dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada rekan Aksakun.

Tidak kami duga ternyata aksi ini cukup mengundang perhatian masyarakat kampus Unpad. Semoga dengan terlaksananya kampanye ini menjadi bahan pemikiran kita bersama untuk mau bergandengan tangan melestarikan bahasa ibu agar tidak terancam punah dan tergantikan oleh bahasa yang bukan milik kita. 

ImageImageImageImageImageImageImage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s