Indonesian Youth Conference (16 Juli 2011)

 

Indonesian Youth Conference 2011
Saya baru saja menghadiri Indonesian Youth Conference 2011. Acara ini berlangsung Sabtu, 16 Juli 2011 di Upper Room, Wisma Nusantara, Jakarta. Dimulai pada pukul 11.00-22.00 WIB. IYC 2011 menghadirkan berbagai pembicara yang berkompeten di bidangnya yang terbagi menjadi beberapa sesi.
Apa itu Indonesian Youth Conference ?
Indonesian Youth Conference merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh para pemuda-pemudi Indonesia salah satunya ialah Alanda Kariza, bertujuan mengumpulkan pemuda Indonesia untuk berbagi masalah dan ide, meningkatkan kepedulian mereka terhadap isu-isu terkini serta meyakinkan masyarakat bahwa suara pemuda harus didengar dan ditanggapi dengan serius.
IYC terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu forum dan festival. Forum IYC adalah kegiatan yang mengundang 33 pemuda berusia 15 sampai 21 tahun dari seluruh Indonesia yang mewakili provinsi mereka masing-masing di acara ini untuk datang ke Jakarta tanpa biaya dan mengembangkan potensinya melalui lokakarya yang IYC selenggarakan. Pemuda-pemudi tersebut diharapkan terlibat secara aktif di komunitas dan jaringan masing-masing, bertekad membuat perubahan menuju Indonesia yang lebih baik, dan mau memulai suatu gerakan atau proyek di komunitas mereka. IYC akan mengorganisir beberapa sesi seminar dan lokakarya untuk memupuk kemampuan kewirausahaan mereka yang akan memaksimalkan potensi mereka dalam menjadi agen perubahan.
Sedangkan, Festival adalah sebuah acara yang terbuka untuk umum selama satu hari, terdiri dari berbagai seminar dan/atau lokakarya, pertunjukan musik, budaya, serta pameran komunitas pemuda. Sesi seminar dan lokakarya di festival sifatnya lebih umum, meliputi berbagai isu. IYC mengundang para ahli, profesional, pejabat pemerintah, dan pemuda-pemuda berprestasi untuk berbicara mengenai undang-undang dan kepemerintahan, politik, budaya, industri kreatif, teknologi informasi, lingkungan, pendidikan, kesehatan, aktivisme, kewirausahaan sosial, serta jurnalisme dan media.
IYC tahun 2011 hanya menyelenggarakan festival saja tanpa forum. Festival IYC 2011 diselenggarakan dengan menyajikan berbagai seminar yang keseluruhannya terdapat 14 sesi seminar. Seminar-seminar tersebut mengusung tema yang berbeda-beda. Tema-tema tersebut diantaranya adalah sesi pendidikan, media, politik, ekonomi, olahraga, gerakan pemuda, lingkungan, kewirausahaan, kreativitas, diplomasi, anti korupsi, sudut pembaharuan, teknologi informasi, surprise session yaitu “Mengelola Pemuda untuk Menjadi Motor Perubahan”. Pada akhir acara disuguhkan malam kebudayaan yang diisi oleh The Trees and The Wild, Saratus Persen,   Alexa,  dan Indonesian Youth.
Ini adalah kali kedua IYC menyelenggarakan acara festival. Tidak mengherankan jika peminatnya sangat banyak. Hal ini merefleksikan bahwa betapa pemuda dan pemudi di Indonesia menginginkan suatu perubahan yang tidak hanya dilakukan oleh orang lain tetapi oleh dirinya sendiri.
Jumlah peserta yang mengikuti IYC 2011 tidak kurang dari 1000 pemuda-pemudi yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Dibuka dengan sambutan dari Citra Natasya selaku ketua panitia dan video sambutan singkat dari Bapak Anis Baswedan yang pada saat itu tidak dapat menghadiri acara. “Indonesia adalah negara kaya, tidak hanya sumber daya alamnya, tetapi karena sumber daya manusianya.” Begitu sekilas pesan yang disampaikan Bapak Anis Baswedan.
Sesi pertama ialah sesi pendidikan diisi oleh Sokola dan Sekolah Cikal. Sokola diwakili oleh satu punggawanya dan Sekolah Cikal diwakili oleh Mbak Najeela Shihab. Para peserta tampak antusias dengan seminar di sesi pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta yang menginginkan sebuah jawaban berkaitan dengan pendidikan dan relevan dengan apa yang disampaikan narasumber.
Sesi selanjutnya yaitu media, gerakan pemuda, kewirusahaan, dan lingkungan. Karena saya memilih sesi media, maka saya hanya dapat menyampaikan seminar di bidang-bidang tersebut saja. Pada sesi ini, yang menjadi narasumber ialah Putra Nababan dan Najwa Shihab yang dimoderatori oleh Muhammad Assad. Inti dari sesi ini ialah bahwasannya pemuda harus mampu menyaring berbagai informasi dan tidak bersifat apatis terhadap apa yang disampaikan oleh media. Sebagai agent of change pemuda harus bersikap kritis. Semua orang adalah citizen of journalism dan dapat menyampaikan informasi yang mempunyai news value.
Setelah sesi media selesai pada pukul 14.20 kemudian rehat sejenak hingga pukul 14.35 dan dilanjutkan pada sesi kreativitas. Selain kreativitas, di waktu yang sama disajikan sesi politik, diplomasi, dan anti korupsi.
Selesai break sesi ketiga kemudian para peserta masuk kembali ke ruangan seminar yang sesuai dengan tema yang diminati. Minat saya ialah sesi ekonomi yang diisi oleh Bappenas. Sesi lain yang berlangsung di waktu yang sama adalah sesi sudut pembaharuan, teknologi informasi, dan olahraga.
Sesi ini berakhir sesaat sebelum maghrib. Peserta diberikan waktu istirahat selama sekitar 20 menit untuk melaksanakan makan malam dan shalat maghrib. Setelahbreak, acara masih diisi surprise session oleh Jay Subiakto dan Desi Anwar. Mengusung tema “Mengelola Pemuda untuk Menjadi Motor Perubahan”. Acara terakhir diisi pertunjukkan musik. Sayang sekali saya  tidak bisa menyaksikan sampai acara terakhir.
So far, acara ini sungguh inspiratif. Banyak pengetahuan yang didapatkan dari IYC 2011. Semua pengalaman dan pengetahuan dari berbagai pembicara yang telah disampaikan menjadi bekal para peserta untuk bisa menjadi agent of change dan melakukan perubahaan dari hal yang kecil, di lingkungan sekitar, dan oleh dirinya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s