203 Tahun Bandung Juara

25 September 2013 adalah hari bersejarah bagi Bandung beserta masyarakatnya. Hal tersebut merupakan hari ulang tahun ke-203 Kota Bandung. Siapa yang menyangka bahwa Bandung sudah genap berusia 203 tahun. Bukan usia yang muda lagi untuk sebuah kota. NKRI saja tahun ini berusia 68 tahun. Jauh dari usia Kota Bandung yang tampak lebih dewasa. Tentu saja banyak harapan dan cita-cita yang ingin terwujud dengan bertambahnya usia kota kita tercinta ini.

Diantara kawan-kawan sekalian, adakah yang mengetahui mengapa hari ulang tahun Bandung jatuh dan diperingati setiap tanggal 25 September? Bilamana kita mencari seluk beluk dan sejarah tanggal tersebut melalui literatur buku atau menemukan di mesin pencari informasi, kita pasti menemukan bahwa 25 September adalah hari di mana Gubernur Jenderal Daendels memberikan sebuah surat keputusan kepada RA. Wirahadikusuma bahwa tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan Bandung dan sekitarnya. Daendels pun menugaskan untuk memindahkan ibu kota Bandung dari Karapyak ke daerah pinggiran Sungai Cikapundung.

Menarik memang mengikuti jejak rekam peristiwa yang (mungkin) luput dari perhatian masyarakat. Umumnya, hanya mengetahui tanggal ulang tahun Bandung tanpa ada pemahaman mengapa tanggal tersebut ditetapkan sebagai perayaan hari jadi kota yang dikenal sebagai Parijs Van Java ini. Namun, dengan apa yang sudah sedikit diulas di atas, bisa memperkaya wawasan kota tentang Kota Bandung.

Momen hari jadi Kota Bandung tahun ini semakin menarik dengan hadirnya wali kota dan wakil wali kota Kota Bandung yang baru. Ridwan Kamil dan Oded terpilih secara demokratis. Mereka diberikan amanah oleh masyarakat Kota Bandung untuk menjadi wakil rakyat selama 5 tahun mendatang. Visi dan misi wali kota dan wakil wali kota Kota Bandung sudah disampaikan pada masa kampanye beberapa waktu yang lalu. Sekedar mengingatkan, Kang Emil (sapaan akrabnya) bercita-cita ingin membentuk Bandung sebagai kota kreatif. Dengan menjamurnya komunitas-komunitas yang semakin bermunculan dan dipelopori oleh anak-anak muda, menjadi alasan mengapa Bandung disebut kota kreatif.

Selain itu, Ridwan Kamil menciptakan sebuah slogan bagi Kota Bandung dan kelak menjadi pembakar semangat untuk mewujudkan Kota Bandung yang semakin ramah dan nyaman baik bagi masyarakatnya maupun bagi wisatawan domestik serta mancanegara. Inilah “Bandung Juara”. Slogan yang memiliki makna bahwa Bandung harus unggul dalam segala aspek. Baik itu lingkungan, budaya, ekonomi, sosial, serta aspek-aspek lainnya.

Beriringan dengan ulang tahun Kota Bandung, Museum Konperensi Asia Afrika mengadakan sebuah talk show yang menghadirkan wali kota Kota Bandung; Ridwan Kamil, T. Bachtiar, Acil Bimbo, dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka mengupas secara ‘gamblang’ seluk beluk mengenai Bandung dari sejarah maupun budayanya.

Bertempat di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Bandung, acara yang berjudul “Bandung Berbenah” diselenggarakan dengan cukup meriah. Dihadiri oleh delegasi dari beberapa negara, paduan suara IPDN, wartawan media cetak dan elektronik serta peserta dari berbagai kalangan, kegiatan ini diapreasi sangat baik. Masyarakat membutuhkan interaksi dengan wakil rakyat sebagai bagian dari kontrol sosial dan usaha agar harapan dan cita-cita masyarakat dapat didengar secara langsung baik dari budayawan, akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat awam tak terkecuali.

Pada saat acara berlangsung, Ridwan Kamil memberikan sambutan kepada audiens bahwa ia ingin bersama-sama menciptakan Bandung Juara. Ia ingin bekerja bahu membahu menyelesaikan persoalan Kota Bandung yang sampai saat ini belum menemukan titik terang. Pada dasarnya masalah Kota Bandung adalah sampah, kemacetan, ketertiban, sarana/ prasarana yang kurang memadai dan tentu saja banjir. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemimpin yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Semoga wali kota dan wakil wali kota Kota Bandung saat ini, memenuhi keinginan rakyat dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan diskusi interaktif seperti ini bisa menjadi wadah mengolektifkan aspirasi masyarakat yang tidak sempat tersalurkan melalui media-media yang ada dan bisa semakin mendekatkan diri kepada para birokrat, tanpa ada tembok pembatas apapun yang menghalangi untuk dapat berkomunikasi dengan pemimpin daerah.

203 tahun bukanlah usia yang belia. Bandung telah melewati berbagai hambatan dan tantangan sebagai bentuk pendewasaan kota untuk masyarakatnya. Banyak yang harus dibenahi oleh pemerintah dan pasti membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Semoga dengan bertambahnya usia Kota Bandung dan dibarengi dengan bergantinya pemimpin daerah, dapat mewujudkan Kota Bandung menjadi kota yang ramah, asri, nyaman, tertib, bersih dan terpeliharanya budaya lokal sebagai bagian indentitas nusantara. Jangan menghilangkan identitas daerahnya. Tetap menjaga kerukunan dan saling menghargai perbedaan. Berdampingan dengan berbagai kaum jauh lebih memperkaya daerah kita.

Selamat ulang tahun Kota Bandung. Semoga semakin Bermartabat!🙂

 

 

Gambar

Sebuah parade di depan Museum Asia Afrika sebelum pelaksanaan talk show🙂

 

Gambar

Suasana Gedung Merdeka, sesaat sebelum acara dimulai🙂

 

Gambar

Sambutan dari Wali Kota Kota Bandung🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s