YOGYAKARTA DARI SAMSUNG

“Tuhan tidak pernah salah memberikan rezekinya”

-Adisa Soedarso-

Pernah tidak kalian membayangkan mendapatkan liburan gratis, akomodasi dari tiket pesawat, hotel, makan,transportasi dan biaya masuk objek wisata ditanggung semuanya? Saya sama sekali tidak pernah. Dari dulu pasti kalau mau jalan-jalan dengan biaya sendiri atau minta sama orang tua. Jadi, mau engga mau harus nabung atau merogoh kantong sendiri. Kalau nabung, entah kapan tercapainya karena selalu tidak ada sisa dari uang jajan. Haha. Ada aja barang (gak penting) yang dibeli. Ujung-ujungnya habis. Mau minta lagi, malu. Belum bekerja dan berpenghasilan. Jadi, yah terima saja apa adanya yang diberikan orang tua.

Sempat merasa putus asa, karena sudah bosan di rumah. Cukup lelah menunggu panggilan dari perusahaan yang belum datang-datang. Untungnya orang tua mengerti, karena memang belum rezekinya untuk diterima bekerja. Mau tidak mau uang jajan pas-pasan. Gak ada tambahan. Setiap hari hanya baca, menonton, buka lini massa twitter, atau bantu-bantu mama. Banyaknya sih liat twitter. Banyak yang bisa ditemukan. Salah satunya jalan-jalan GRATIS ke YOGYA. YA! JALAN-JALAN GRATIS! KE YOGYAKARTA!

Saat itu, sebuah merk elektronik dari Korea, Samsung Indonesia menyelenggarakan sebuah kuis yang berhadiah ke Jogja. Kuisnya menurut saya cukup mudah, tapi dipikirkan sulit sama saya. Jadi, kita ngetwit sebuah jawaban dari pertanyaan kuis tersebut. Pertanyaannya,

 Image

Jawaban saya pada waktu itu membawa buku catatan, bolpoin, sandal, topi serta Samsung S4 Mini. Tentu disertai dengan tanda pagar #SamsungS4ZoomNMini. Pada waktu itu niat saya hanya ingin ikut-ikutan saja, karena melihat jalan-jalannya ke Yogyakarta. Menang yah saya bersyukur, pun kalah tidak menjadi masalah.

Nah, memang niatnya kalau mau jalan-jalan bawa buku catatan, bolpoin, sandal dan topi. Kenapa mesti sempat barang tersebut? Buku catatan saya gunakan untuk mencatat momen-momen penting yang sekiranya bermanfaat, bolpoin tentu saja untuk menulis, sandal sebagai alas kaki yang santai, dan topi digunakan untuk melindungi rambut saya dari paparan sinar matahari. Sederhana sih jawabannya, tapi bermakna sangat dalam menurut saya. Hehe🙂

Awalnya, yah cuma iseng mengisi waktu menganggur saya. Yang jadi godaan itu karena Yogyakarta dan menggunakan perangkat Samsung S4 Zoom dan Mini yang menurut saya itu keren. Samsung S4 Zoom yang double perangkat. Ya kamera ya ponsel. Keren dan saya ingin mencobanya. Itu hanya selintas di pikiran saya saja sebenarnya. Dapat ya alhamdulillah, engga dapat ya tidak apa-apa. Motivasi saya besar, saya ingin sekali berkunjung kembali ke kota yang sangat memiliki kenangan bersama kakak saya sewaktu saya masih tinggal di Kebumen. Selain itu, atmosfir budayanya sangat kental dan saat melihat review objek wisata yang akan dikunjungi, ternyata tujuannya bukan di tempat yang sudah pernah saya kunjungi. Beberapa diantaranya yang cave tubing dan menyusuri Candi Ratu Boko. Sudah terbayang-bayang keseruan menjelajahi Yogyakarta dari twit @Samsung_ID.

Selang beberapa hari, saya mendapat DM dari @Samsung_ID berisi bahwa, saya salah satu kandidat pemenang #SamsungGetawayJogja dan wajib memberikan biodata diri. Saya sempat kaget membaca DM tersebut. Maklum belum pernah merasakan  menang lomba yang besar. Apalagi jalan-jalan gratis. Senengnya bukan main kalau dapat. Nah, ternyata biodata tersebut diminta untuk kemudian dihubungi oleh perwakilan Samsung. Saya diminta untuk mengusulkan teman yang hendak diajak jalan-jalan bareng ke Jogja. Sempat bingung harus siapa yang saya ajak. Karena, agar berlaku adil, saya sebarkan info ini melalu grup Nons.Neng.Mba yaitu  teman-teman saya, yang akhirnya Ella bisa mendampingi saya untuk jalan-jalan ke Jogja.

Setelah itu, perwakilan Samsung mengirimkan email informasi lengkap mengenai jalan-jalan gratis dan pengisian biodata nama teman yang diajak jalan-jalan. Sayapun langsung mengusulkan teman saya, Ella, karena dia menyukai kegiatan jalan-jalan dan berpetualang. Sangat cocok sekali dan posisi Ella memang di Bandung, jadi tidak menyulitkan untuk keberangkatan. Hati saya cukup berdebar-debar menunggu kira-kira siapa yang mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Jogja. Ditambah dengan twit dari Samsung yang bikin penasaran dan menanti-nanti siapa yang menang.

Akhirnya, pada tanggal Samsung mengumumkan melalui twitter siapa saja yang berhak jalan-jalan ke Yogyakarta. Ini dia pengumumannya :

Akkkkkkkkkkkkkkk senang bukan kepalang. Jalan-jalan ke Yogya gratis sama sahabat saya, Ella, bertemu dengan rekan-rekan baru, dan disponsori langsung oleh Samsung Indonesia. Yeaaaayyyyyyy! ALHAMDULILLLAAAAAAAH! Senang banget banget! Engga pernah terpikirkan sama sekali untuk bisa menang dalam kuis dengan hadiah yang besar ; jalan-jalan ke Yogyakarta. Langsung saja saya mengabarkan Ella serta kedua orang tua saya. Mereka kaget dan tak menyangka saya memenangi hadiah ini.

Kemudian, pihak Samsung, yang diwakili oleh Mba Tyas, memberikan email mengenai itenerary saat di Yogyakarta, serta tiket pesawat ke Yogyakarta. Tidak lupa mengenai apa-apa saja yang seharusnya dibawa. Ah, kalau saya tidak lupa untuk membawa apa-apa saja yang sudah saya tulis saat mengikuti kuis. Perlengkapan tersebut tidak boleh ketinggalan. Nah, saudari Ella juga sudah saya kabari perihal jalan-jalan ke Yogya. Sudah tentu Buaji Ella senang dengan hadiah ini. Berpetualang di Yogya!

Tak sabar menanti tanggal 29 November 2013 segera datang. Segera saya berkoordinasi dengan Ella untuk mencari cara bagaimana bisa tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat pagi dari Bandung. Aha! Buaji Ella sudah berpengalaman untuk masalah ke bandara. Kita memutuskan untuk naik Bus Primajasa dari Batununggal yang tujuannya memang ke bandara. Yuhuu! Urusan ke bandara beres. Sekarang mempersiapkan barang-barang yang dibawa.

Saya memutuskan membawa 1 koper ukuran sedang. Berisi kaos dan dress yang akan digunakan saat makan malam di Abhayagiri. Woaw, mana lagi itu Abhayagiri? Ah, sudah tidak sabar!  Tak lupa membawa cemilan selama di perjalanan. Pada tanggal 28 November 2013, Ella sudah menginap di rumah saya untuk berangkat bersama keesokan harinya. Selama di rumah, saya dan Ella bertukar ide untuk baju. Kalau Ella sih sudah pasti dengan pakaian lebar dan panjangnya. Tentu saja mix and match selalu ia perhatikan. Sempat bingung hendak membawa apa untuk makan malam di Abhayagiri. Akhirnya saya membawa dress yang sudah saya tentukan dan sesuai persetujuan Ella.

Waktu menunjukkan pukul 10 malam, saya dan Buaji Ella belum juga tidur. Kalau Ella mungkin sudah mengantuk. Kalau saya malah belum sama sekali. Tapi, kalau engga tidur, badan pasti remuk. Akhirnya, saya memutuskan untuk tidur. Karena, besok harus bangun jam 2 pagi mengejar bus ke bandara.

Pukul 02.30 saya terbangun, ternyata ibu saya sudah sibuk menyiapkan kebutuhan untuk segera ke bandara. Bersiap saya dan Ella untuk mandi dan dandan sana-sini (engga dandan sama sekali sih:/ ) Setelah itu langsung berangkat dianter papa. Sebelumnya, papa mau makan dulu di restoran junk food Jalan Soekarno Hatta Bandung. Sempat merasa khawatir terlambat sampai bandara, tapi waktu masih pukul 03.15. Ya sudah kami memutuskan mampir sebentar untuk makan pagi.

Sudah makan dan sekarang beranjak ke Batununggal untuk melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan ke bandara memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Berangkat dari Bandung pukul 4 subuh, sampai di bandara Soekarno-Hatta pukul 7 pagi. Alhamdulillah akhirnya nyoba juga bus ke bandara. Fasilitasnya memuaskan, penumpang diturunkan di terminal yang sesuai dengan keberangkatan pesawat mereka, jadi penumpang tidak perlu khawatir.

Setibanya di bandara, saya dan Ella langsung duduk di bangku depan pintu kedatangan. Sembari menunggu pihak panitia, saya dan Ella sempat foto-foto dulu. Taraaa….

 Image

Image

Jam 8 teng, tapi belum tampak panitia. Sayapun berinisiatif menghubungi Mbak Ine yang menjadi pemandu saya selama di Yogyakarta nanti. Tak selang berapa lama, seorang wanita menghampiri saya. Dan ternyata itu Mbak Ine. Ternyata Mbak Ine dari pihak agensinya. Terus datang pula peserta lain yang bernama Gayuh bersama rekannya. Kita menunggu sebentar untuk kedatangan peserta yang belum datang, yaitu Putri.

Saya pikir Mba Ine sendirian, ternyata tidak. Ia bersama dua orang rekannya yaitu Mas Agung dan Mas Oci. Mereka berdua nanti yang akan mengambil gambar dan video saat menjelajah obyek wisata di Yogyakarta. Mba Ine memutuskan untuk makan terlebih dahulu sambil menunggu Putri dan rekannya.

Masih dalam keadaan jaim dan malu-malu, kita saling berkenalan dan bertukar cerita. Di tengah-tengah kru yang sedang makan, Putri dan rekannya pun datang. Yap, akhirnya lengkap sudah seluruh peserta yang akan berangkat ke Yogyakarta. Nah, ini nih yang ditunggu. Mencicipi perangkat Samsung S4 Zoom dan Mini. Mba Ine langsung mengambil tote bag-nya yang berisi 3 buah Samsung S4 Zoom dan 3 bauh Samsung S4 Mini. Tiap-tiap peserta berhak memegang perangkat tersebut dan mengeksplorasi kelebihan yang dimiliki.

Saya kebagian Samsung S4 Mini tapi sungguh ingin mencoba Samsung S4 Zoom. Senang banget dan setelah peserta kebagian semua, pada sibuk utak-atik perangkatnya. Mencoba kecanggihan perangkat Samsung yang baru. Cihuy! Bagus banget! Layarnya sangat jernih dan tanpa perlu melakukan editing dengan perangkat lunak apapun, sudah bisa diedit dengan fitur-fitur yang tersaji di dalamnya.

Sebelum masuk ke pesawat, kita sempat berfoto bersama di ruang tunggu keberangkatan.

 Image

Benar-benar, benar-benar suka foto semuanya! Tidak kuat rasanya, memegang perangkat bagus tapi tidak dimanfaatkan untuk mengambil momen-momen menarik. Kapan lagi coba dengan situasi seperti ini mengabadikan momen berharga bersama kawan-kawan baru?

Perjalanan Jakarta-Yogyakarta sekitar 1 jam. Berangkat pukul 10 sampai di Yogyakarta pukul 11 siang. Waktu 1 jam dimanfaatkan oleh seluruh peserta dan kru untuk beristirahat. Tapi, saya sama sekali tidak tertidur walaupun sudah memejamkan mata. Rasanya nanggung Cuma 1 jam. Hehe.

Sampai juga di YOGYAKARTA! Kota budaya, kota pelajar, kota istimewa. Berfoto setiap waktu, setiap detik, setiap berpindah satu langkah kaki (hiperbolis :p). Di Yogyakarta, kita disambut oleh Mba Ofie dan Mas Toni dari pihak travel. Langsung saja kita ke Sekar Kedhaton untuk makan siang. Sekar Kedhaton adalah tujuan pertama kita.

Hari Pertama

  1. Sekar Kedaton

Tempat makannya khas dan unik. Berlatar budaya yang kental. Terlihat dari arsitekturnya. Makanan di sini enak banget. Minumannya gak kalah. Kita disuguhi gulas. Apa itu gulas? Tampilannya seperti di bawah ini :

Gulas adalah minuman dari gula aren yang dicampur dengan sprite. Rasanya segar. Enak banget di tenggorokan. Apalagi kita baru datang dari Jakarta. Disuguhi minuman gulas cukup menambah energi.

Makanannya pun tak kalah menggiurkan. Ada sup, capcay, ayam, daging dan ikan. Tapi, diantara makanan yang ada, yang paling disuka oleh teman-teman peserta adalah EMPING! IYAH EMPING! Pada rebutan makan emping, karena gurih. :9

Makan sudah, istirahat sejenak sudah, shalat dzuhur juga sudah, sekarang kita akan ke Batik Rara Jonggrang, yaitu sentra pembuatan batik Yogyakarta dan Solo.

 2. Batik Rara Jonggrang

Letaknya di Jalan Tirtodipuran. Tepatnya Tirtodipuran No. 18. Seperti kenal yah nama jalan ini. Yak, betul sekali. Posisinya depan-depanan dengan Warung Bu Ageng-nya Pakdhe Butet Kertarajasa. *jadipengenmakanlagi*

Batik Rara Jonggrang adalah sebuah industri lokal yang menghasilkan karya nyata dari hasil membatik. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1958. Selama di perusahaan batik ini, kita dipandu oleh seorang bapak dari pihak perusahaan. Ia menjelaskan macam-macam lilin dan jenis-jenis batik. Seperti yang kita ketahui, batik dibedakan menjadi batik tulis, batik cap dan batik kombinasi. Lilin yang digunakan pun berbeda-beda. Sayang, saya tak sempat mengambil foto jenis-jenis lilin yang di pajang di toples. Padahal, bisa menjadi pengetahuan kita. Maaf yah.

Kita menyusuri proses pembuatan lilin dari awal hingga akhir. Pertama, kita melihat pembuatan batik tulis. Rata-rata yang membuatnya ibu-ibu. Diperkirakan karena lebih telaten. Sedangkan, batik cap, dikerjakan oleh bapak-bapak.

Salah satu motif pada batik cap adalah …..

 

 Image

 

Ada yang bisa menebak, tokoh siapa yang menjadi motif kain batik?

Keren yah, mempopulerkan tokoh punakawan melalui kain. Jadi, akan mudah dikenalkan kepada orang lain. Sambil menyelam minum air. Sambil menggunakan batik, bisa bercerita tentang motif batik itu sendiri. Mudah bukan?

Proses pembuatan batik di sini masih tergolong manual dengan menggunakan tenaga manusia. Selain mengurangi jumlah pengangguran, bisa memberdayakan masyarakat sekitar, dan juga menghargai karya tangan dari warga Yogya. Semakin banyak orang-orang yang melestarikan budayanya sendiri akan lebih baik.

Prosesnya pembuatan batik dari awal hingga akhir, berbeda-beda pada masing-masing kain.

 

3. Candi Ratu Boko

Letaknya dekat dengan Candi Prambanan tetapi berada di atas bukit. Jadi, kita bisa melihat Candi Prambanan dari Candi Ratu Boko. Candi adalah sebuah kompleks yang sangat luas sekali. Pemandangannya sangat indah. Bila kita memasuki  kompleks ini, kita disuguhkan dengan keanggunan sebuah situs purbakala. Menurut Mba Ofie, sebagai pemandu kita, candi ini seperti sebuah kota, kerajaan, istana atau semacamnya. Di mana terdapat pintu gerbang, tempat pertemuan, serta halaman yang luas. Diperkirakan luasnya mencapai 25 hektar are. Luas banget ya?

Ini penampakan kami.😀

Image

 4. Abhayagiri

Abhayagiri terletak di atas bukit tidak jauh dari Candi Ratu Boko. Dari sini kita bisa melihat pemandangan Yogyakarta dari ketinggian. Makanan di sini tergolong mewah. Suasananya tenang, jauh dari kebisingan kota. Banyak wisatawan mancanengara yang makan malam di sini. Kata Mba Ofie, makanan di sini tergolong mahal. Saya akui memang iya, rasanya pun sesuai dengan harga. Hehehe.

 5. Taman Pelangi

Saya kira, Taman Pelangi itu sebuah taman luas, ternyata pelataran Museum Jogja Kembali yang dimanfaatkan dengan kreatifitas yang sangat baik. Taman Pelangi merupakan taman Monjali yang dihiasi oleh lampion-lampion dan lampu warna-warni dengan bentuk yang bervariasi. Ada gambar kepala seluruh presiden kita, masjid, tokoh kartun, tugu sebuah kota, dan sebagainya. Kita juga bisa menggunakan wisata bermain lainnya, seperti kereta air, sepeda warna-warni dan ada tempat makan. Taman Pelangi hanya dibuka pada sore hingga malam hari. Ah, menyenangkan sekali di Yogyakarta. Banyak kemajuan. Banyak hiburan rakyat yang tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal.

 

 

Hari Kedua

  1. Pantai Indrayanti

Dini hari pukul 2 pagi, kita bersiap-siap untuk menuju Pantai Indrayanti. Pantai ini cukup jauh dari Yogyakarta. Untuk sampai di sana, membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Meskipun baru tidur sekitar 1 jam (ini untuk saya), tetapi, tidak terasa capek sedikit pun. Rasa senang ingin cepat tiba di pantai ini untuk melihat matahari terbit.

Ombak di pantai ini tidak terlalu besar, jadi tidak perlu khawatir untuk bermain di bibir pantai. Pasirnya berwarna putih. Di tiap sisinya terdapat gundukan batu karang yang cukup besar. Batu karang di sebelah kiri, bisa kita panjat dan bersantai di sana.

Matahari pun bersinar, saya tertutup karang. Tapi, tidak mengurangi keeksotisan pantai ini.

 2. Pelatihan Menatah Wayang dan Mewarnai Wayang Pada Gelas

Wisata selanjutnya sangat menarik dan belum pernah saya dapatkan pengalaman ini. Kita mencoba membuat wayang dan mewarnai wayang di atas kaca. Sesi pertama adalah mewarnai wayang di kaca. Sebelumnya sudah dibuatkan gambar wayangnya, jadi kita tinggal mewarnai saya mengikuti dari instruksi Ibu Retno. Mewarnai kita lihat memang mudah. Tapi, bagi saya ternyata susah, harus teliti dan telaten. Karena, membutuhkan banyak warna yang disesuaikan dengan corak yang sudah ada. Nah ini karya saya😀

 

 Image

 

Selanjutnya adalah menatah wayang. Sebelumnya saya memikirkan bahwa membuat wayang dengan mengguntingnya. Haha. Di sini saya melihat langsung pembuatan wayang yang biasa kita lihat di pemetasan wayang. Bahan dasarnya adalah  kulit sapi yang dikeringkan, kemudian ditatah dengan menggunakan lempengan besi yang sudah diasah tajam. Wah, susah banget. Jadi, kita menatah mengikuti garis-garis yang sudah dibuat. Alat-alatnya juga khusus dibuat dan tidak diperjualbelikan. Huhah! Sampai keringetan menatah wayang. Meskipun diawal saya mengaku bisa, ternyata diakhir dibuatkan juga oleh bapaknya. Hahaha. Senang!

 

 3. Malioboro

Lanjut Malioboro kita belanja sepuasnya. Diberikan waktu kurang lebih 3 jam untuk berbelanja oleh-oleh khas Yogyakarta. Letaknya tentu di jantung kota Yogyakarta. Saya dan Ella menyusuri jalan Malioboro hingga ke ujung jalan. Ada House of Raminten yang terkenal itu, tapi sayang penuh sesak, jadi saya keluar saja. Saya beli tas, baju bayi untuk Nisa dan Sisil, serta tempat pensil kecil untuk sahabat-sahabat saya, Nons.Neng.Mba.

 4. Purawisata

Purawisata ini tempat yang terkenal di Yogyakarta. Biasa wisatawan baik lokal maupun mancanegara (mayoritas mancanegara) makan malam dan menikmati pertunjukkan sendratari Ramayana. Denger-denger, pertujukkan di sini tidak pernah tidak menyelenggarakan pertunjukkan sejak lama. Setiap hari pasti menggelar sendratari Ramayan. Luar biasa! Jadi, pernah masuk MURI. Keren ya!

 Image

5. Alun-Alun Kidul (Sepeda Warna-Warni)

Nah ini dia,  yang saya tunggu-tunggu. Jalan-jalan malam di alkid atau alun-alun kidul. Pertama kali yang saya lihat, waah rameeeeee bangeeeettt! Kayaknya semua warga Yogya tumplek di sini. Yang menarik tuh ada sepeda warna-warni. Jadi, sepeda yang dibuat khusus bisa digunakan untuk 4 orang (mengayuh), dan 2 orang  yang bisa duduk di atas sepeda. Nah, saya dan Putri kebagian naik di atas hahaha jadi tidak perlu capek-capek mengayuh sepeda. Dari atas bisa menikmati pemandangan yang indah. Keramaian dan kepadatan warga. Ada yang menari-nari, nongkrong di angkringan, ada yang menonton wayang di gedung pertunjukkan dan lain-lain. Setelah selesai naik sepeda warna-warni, kita mencicipi melewati dua buah pohon beringin yang menurut mitos jika berhasil melewati dua buah pohon beringin besar, seluruh cita-citanya tercapai. Nah, diantara kita berenam, yang berhasil Cuma Ella. Hahaha. Hore!

 

 

 

Hari Ketiga

  1. Cave Tubing Goa Kalicusi

Ada yang tau gak cave tubing itu apa?  Cave tubing seperti rafting menyusuri aliran air di goa bedanya, kita menggunakan pelampung masing-masing dan tanpa dayung. Kita menyusuri Goa Kalisuci. Letaknya di Gunung Kidul. Kita menggunakan pelampung dan pengaman siku serta lutut agar aman. Pengalaman pertama menyusuri goa. Kedalaman air paling dalam 2 meter. Kita melihat isi di dalam goa yang penuh dengan stalagtit atau tonjolan batu goa yang menjorok dari langit-langit goa. Menurut pemandu, goa ini seringg digunakan untuk penelitian rekan-rekan geologi. Setelah Goa Kalisuci, kita menyusuri Goa Gelatik. Goa ini lebih panjang dari Goa Kalisuci, sekitar 60 meter dan alirannya yang deras dengan permukaan airnya banyak sekali batuan. Kita harus hati-hati agar tidak tersenggol batuan. Kalau membentur bagian belakang badan kita bisa menyebabkan lebam. Selama perjalanan di goa, kita bisa sembari tidur-tiduran di ban pelampung dan menikmati tetesan air dari langit-langit goa. Hati-hati bisa tertukar dengan kotoran kelelawar. Hehehe. Pokoknya seneng banget main-main air di sini. Sampai di ujung Goa Kalisuci kita bisa turun dari pelampung dan berenang kecipak-kecipuk karena permukaan di bawahnya hanya kurang dari satu meter. Tetap perlu waspada karena batuannya kasar dan tajam. Setelah Goa Kalisuci dan Goa Gelatik, di ujung ada sebuah goa, tapi buntu dan tidak bisa dilewati karena arus airnya sangat deras. Setelah melewati goa, kita mendaki untuk sampai di atas, cukup tinggi dan terjal. Untung saja ada tali sebagai pegangan kita, jadi tidak perlu takut. Yang menariknya, ada sebuah mata air hangat di goa ini. Subhanallah! J

 2. Off-road di Goa Pindul

Serba pertama kali, termasuk off-road. Akhirnya, mencoba off-road. Yeay! Kita berkegiatan ini di wilayah Goa Pindul. Ternyata, lokasinya adalah sebuah sungai dangkal yang airnya sedang menyusut. Di kelilingi oleh kebun pohon kayu putih. Dan yang bikin takjub adalah ternyata tempat ini dulunya bekas manusia purba tinggal. Banyak bebatuan besar-besar.

Selama off road, aku duduk di belakang pengemudi dan bangku depan. Jadi, bisa bebas berdiri jika kecipratan air. Harus siap-siap tenaga yang kuat nih karena goncangannya sangat kuat. Wooooohhh! Seruuuuuu! Sempat kebentur besi di dengkul dan pinggang. Sakit sih tapi kapan lagi senang seperti ini. Anggap saja kenang-kenangan. Hehe.

 3. Makan siang di Ayam Soeharti

Setelah lelah ber-off-road ria, kita isi tenaga dengan makan di RM Ayam Soeharti. Alhamdulillah kenyang.

 4. Belanja Oleh-Oleh Yogyakarta

 

Belanja oleh-oleh bakpia pathuk 25 dan yangko. Bakpianya masih hangat. Banyak rasa, keju maupun kacang hijau. Beli banyak untuk keluarga di rumah.

 Image

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga liburan di Yogyakarta bersama Samsung. Berpisah dengan rekan di Yogya. Terima kasih Mba Ofie dan Mas Toni. Terima kasih bapak pengemudi yang jago banget mengemudinya. Melewati jalan yang kelak-kelok tanpa pusing. Hehe.

Pukul 16.00 kita berangkat dari Adi Sutjipto ke Bandara Soekarno-Hatta. Tiba di Jakarta pukul 17.00. Sempat sedih harus berpisah sama teman-teman baru. Tapi, ya memang harus pulang. Alhamdulillah tiba dengan selamat. Terima kasih Mba Ine, Mas Agung dan Mas Oci. Mohon maaf jika ada kekurangan dari aku yah. Terima kasih Samsung😀

Setelah semua berpamitan kita pulang ke Bandung dengan Primajasa. Sampai Bandung pukul 10 malam dan kita langsung beristirahat.

 

Sampai jumpa di liburan berikutnya.🙂

Ini video kita >>>> http://youtu.be/JqsVLrWS5Ss 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s