Hypnobirthing, Persalinan Menjadi Lebih Menyenangkan

 BCCF-12 Januari 2014

Bagi sebagian ibu-ibu hamil, melahirkan adalah suatu hal yang menakutkan. Membayangkan akan rasa sakit atau nyeri  yang dialami membuat melahirkan menjadi beban. Ada rasa kekhawatiran hingga membuat stress saat hari yang ditunggu tiba. Padahal, ini adalah fase terindah seorang ibu untuk menanti kehadiran sang buah hati. Tidak hanya itu, melahirkan merupakan pengalaman berharga dan sangat indah untuk dikenang. 

 

Dewasa ini, teknologi berkembang dengan sangat pesat. Termasuk dalam hal persalinan. Teknik persalinan menjadi sangat bervariasi. Salah satunya adalah hypnobirthing. Teknik ini membawa pikiran ibu-ibu hamil menjadi lebih rileks dan tenang. Hypnobirthing menjalankan relaksasi yang alami dan mengirimkan sugesti yang baik sehingga menjelang persalinan, ibu menjadi lebih siap. Tidak hanya itu, hypnobirthing juga bermanfaat pada masa kehamilan untuk mengurangi beban pikiran dan jiwa.

 

Aparabumi, sebuah wadah bagi siapapun yang ingin saling berbagi dan bertukar informasi mengenai kehamilan hingga persalinan. Perkumpulan ini tidak membatasi siapapun anggotanya. Baik ibu hamil, seorang ayah yang menunggu kehadiran bayinya, atau para remaja perempuan yang ingin mendapat wawasan pengetahuan mengenai kehamilan dan persalinan yang kelak akan mereka hadapi.

 

“Perkumpulan ini baru saja terbentuk dan mudah-mudahan bisa berkembang menjadi organisasi sosial”, tutur Yasmin, penggagas Aparabumi. Menurutnya, Aparabumi berasal dari kata Apara dan Bumi. Apara sendiri adalah plasenta dalam bahasa Sansekerta. Bumi adalah rumah dalam bahasa sunda. Jadi, Aparabumi adalah rumah bagi plasenta sebagai elemen esensial bagi kehidupan buah hati.

 

Pendiri Aparabumi terdiri dari 4 perempuan hebat. Diantaranya, Yasmin Kartikasari, Gardea, Judith, dan Okke. Mereka memiliki minat yang sama pada isu ini.Aparabumi dibentuk sebagai keinginan dari para pendirinya untuk berbagi pengalaman keindahan dan cinta saat kehamilan dan persalinan. 

 

Acara ini merupakan pertemuan pertama dengan para peserta. Berlangsung pada hari Minggu, 12 Januari 2014, bertempat di BCCF Jalan Purnawarman No. 71. Peserta yang hadir sekitar kurang lebih 10 orang. Pertemuan pertama dibagi menjadi 3 sesi dengan pembicara yang berbeda-beda.

 

Sesi pertama adalah perkenalan Aparabumi yang disampaikan oleh Yasmin, salah satu pendirinya. Beliau menjelaskan mengenai Aparabumi. “Aparabumi itu wadah atau ruang berbagi dan berdiskusi dengan mengangkat nilai-nilai tulus, jujur, terbuka dan setara.”, ulas Yasmin dalam presentasinya. 

 

Aparabumi didirikan oleh orang-orang yang sudah cukup kompeten dan memiliki kredibilitas di bidangnya. Sebutlah Judith, ia adalah seorang hypnotherapist. Sudah cukup paham mengenai hypnobirthing. Kemudian, Okke, yang merupakan seorang bidan dan banyak mempunyai pengalaman menghadapi ibu-ibu melahirkan. Yasmin, selain seorang ibu, ia juga adalah pelatih yoga untuk ibu-ibu hamil. Dan Gardea adalah ibu muda yang sudah mencoba hypnobirthing dan berhasil mengimplementasikannya. 

 

Sesi kedua, diisi oleh Judith dan bidan Okke. Di sini Judith memperkenalkan istilah hipnotis dan hipnotis. Menurutnya, hipnotis dan hipnosis adalah dua hal yang berbeda. 

“Hipnosis dalam bahasa Yunani artinya tidur dan berada di bawah alam sadar. Sedangkan, hipnotis adalah kegiatan dan orang yang melakukan kegiatan hipnosis.”, jelas Judith. 

 

Ia menjelaskan bahwa hipnosis tidaklah berbahaya selama tujuannya baik. Dalam hal ini berarti saat kehamilan dan persalinan. Hypnobirthing yang sudah ia lakukan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan seorang ibu hamil. Karena, dapat membuat seseorang menjadi lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. 

 

Pada presentasinya, Judith menyampaikan bahwa pada tahun 1890, Dr. Grantley Dick Read sudah menerapkan ilmu hipnosis dalam kebidanan. Hal ini semakin meyakinkan bahwa hipnosis tidaklah membahayakan. Bahkan, bisa sangat bermanfaat apabila digunakan dalam tataran yang positif.

 

Judith juga mengulas mengenai gelombang otak manusia. Dapat dijelaskan bahwa, manusia memiliki 4 gelombang otak. Diantaranya, beta yang digunakan untuk bekerja, berpikir dan menganalisis. Alfa digunakan untuk berpikir fokus pada satu hal tapi masih bisa melakukan hal lainnya. Teta, menuju tidur, keadaan sadar atau tidak. Terakhir, delta, ketika tertidur. 

 

Pada hypnobirthing ini seorang ibu diberikan sugesti yang baik ke alam bawah sadarnya untuk menciptakan pikiran yang tenang, energi yang positif dan menghindari ketakutan. Umumnya, ibu-ibu hamil memiliki rasa takut, nyeri, cemas atau khawatir menjelang hari persalinan. Beberapa ketakutan tersebut ialah takut tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya, cemas akan perdarahan, takut badan menjadi rusak, takut ditinggal suami, dan ketakutan lainnya yang tanpa alasan. 

 

Hypnobirthing dapat dilakukan dengan beberapa cara : 

1. Latihan berkomunikasi dengan janin;

2. Latihan pernafasan, nafas yang berirama atau berpola akan membantu memaksimalkan jumlah oksigen yang tersedia. 

 

Di sesi yang sama, bidan Okke menjelaskan mengenai manfaat hormon endorphin. “Hormon endorphin itu adalah hormon alami yang diproduksi oleh tubuh manusia dan penghilang rasa sakit yang terbaik.”, jelas bidan Okke. Cara meningkatkan hormon ini adalah dengan meditasi, relaksasi, pernafasan yang dalam, makan makanan pedas serta akupuntur. 

 

Manfaat hormon endorphin menurut bidan Okke yaitu, dapat mengendalikan rasa sakit, mengendalikan potensi kecanduan cokelat serta mengendalikan perasaan frustasi dan stress. Sangat mudah untuk memunculkan hormon ini yaitu melalui endorphin massage; metode sentuhan ringan yang dikembangkan oleh Constone Palinsky. 

 

Sentuhan ringan (endorphin massage) bertujuan untuk meningkatkan endorphin yang berguna untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit pada saat persalinan. Selain penjelasan ringan mengenai teori, dalam acara ini juga dilakukan praktik endorphin massage untuk memberikan contoh langsung kepada para peserta yang hadir. Sehingga, bisa dipraktikkan langsung di rumah. 

 

Selain, dikenalkan dengan endorphin massage, peserta yang beberapa diantaranya ibu-ibu hamil, juga dikenalkan dengan perineum massage. Apa itu perineum massage? Adalah bentuk meningkatkan relaksasi pada otot2 panggul.  Sehingga, akan memberikan rasa aman dan nyaman saat persalinan.

 

Acara semakin bertambah seru. Ini ditunjukkan dengan antusias peserta yang mengajukan pertanyaan. Seorang peserta mengajukan pertanyaan, seefektif apakah hypnobirthing bagi ibu melahirkan? Judith memberikan jawaban yang baik. Menurutnya, bagi ibu melahirkan melakukan hypnobirthing berulang-ulang dengan frekuensi yang cukup banyak, akan menjadikan suatu kebiasaan dan sang ibu akan lebih siap menghadapi persalinan. Relaksasi hypnobirthing dapat dilakukan sebelum tidur, karena kondisi ibu saat itu menjelang istirahat, sehingga waktunya tepat. 

 

Bidan Okke menjelaskan bahwa, “dengan hypnobirthing, berharap bahwa di manapun bersalinnya dan dengan siapapun, sang ibu akan siap dan mandiri menghadapi hari yang dinanti.” Untuk melengkapi penjelasan dari para pembicara, ditampilkan pula video hypnobirthing dan praktek tes sugesti yang dipandu langsung oleh sang ahlinya, Judith. 

 

Sesi yang terakhir adalah cerita pengalaman oleh Gardea yang sudah mengalami sendiri hypnobirthing. “Subhanallah, saya bisa melahirkan normal meski berat bayi saya 3,5 kg dan tanpa jahitan.”, ucap Gardea antusias. Ia melahirkan dengan kondisi gentle birth atau kelahiran dengan mood dan minim sekali rasa trauma. Pengalamannya, pada trimester pertama ia sempat panik dengan kehamilannya, namun ia bertemu dengan Yasmin yang sudah lebih berpengalaman. Gardea dianjurkan oleh Yasmin untuk banyak membaca buku dan memutuskan mengikuti prenatal yoga di bulan ke lima kehamilannya.

 

Selama hamil, mood-nya cukup berantakan sehingga ia berupaya mencari pengalihan dan upaya memperbaiki suasana hatinya. Di kelas yoga, ia diajarkan untuk menjaga stamina, menjaga kondisi pikiran, dan berpikir untuk menghindari intervensi medis yang tidak ia inginkan. Usia kehamilan 7 bulan, ia mencoba hypnobirthing. Dengan cara ini, ia berhasil menghapus dan mengeluarkan semua ketakukan yang tak berdasar. Ia senantiasa melatih pernafasannya. 

 

Ia menyadari bahwa dengan keadaan cemas dan panik akan memengaruhi kondisi janin. Ia mengajak orang terdekat; dalam hal ini adalah suami, untuk tahu mengenai kehamilan kita dan menyampaikan ketakutan-ketakutan yang muncul. Hal ini membantu mempersiapkan hari persalinan yang ia tunggu-tunggu. Akhirnya, apa yang sudah dipersiapkan berjalan dengan sangat baik. “Aku langsung jatuh cinta sama anakku”, tutur Gardea. 

 

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 Siang. 3 jam sudah acara ini berlangsung. Tetapi, para peserta sangat antusias dengan wawasannya yang baru. Melalui kegiatan ini diharapkan, ibu-ibu yang sedang menjalani masa kehamilan, dapat mempersiapkan diri untuk menuju hari persalinan. Karena, bersalin harus aman dan nyaman. Semoga dengan hypnobirthing, ibu hamil mendapatkan rasa nyaman dan melepaskan kecemasan saat melahirkan dan menjadikan hal ini  momen terindah dalam hidupnya. 

 

-Adisa Soedarso-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s