Laporan Donasi Kakek dan Nenek Omo Per Maret 2014

Sebelumnya, sudah saya sampaikan pada artikel sebelumnya mengenai Kakek dan Nenek Omo. Mereka adalah sepasang suami istri berusia lansia merupakan tetangga saya. Tidak jauh dari rumah, ada sebuah sungai. Di tepinya terdapat sebuah gubug yang tidak layak huni. Itulah rumah mereka. Tinggal hanya berdua saja dengan kondisi fisik yang sangat terbatas. Kakek sudah tidak dapat bangun dan berdiri. Beliau terbaring lemah di kasur yang lapuk. Nenek kehilangan penglihatannya karena katarak. Mereka sudah tidak berpenghasilan karena berhenti bekerja. Untuk makan sehari-hari, mereka mengandalkan sokongan dari anaknya. Itupun sangat terbatas. Selain itu, beberapa tetangga turut membantu memberikan makanan. Tetapi, sifatnya terbatas dan tidak bisa menjadi tumpuan kebutuhan pokok mereka berdua sehari-hari.

Kakek dan Nenek memiliki seorang puteri yang tinggalnya tidak jauh dari rumah mereka. Kondisi ekonominya tidak jauh berbeda. Kadang kala mereka bisa tidak makan dalam beberapa hari dan mengisi perut hanya dengan minum saja. Sayapun mencoba untuk menggalang dana kepada teman-teman saya di beberapa media. Alhamdulillah, respon positif dari rekan-rekan saya pada Kakek dan Nenek Omo. Sampai sekarang banyak bantuan dan berjalan dengan lancar. Sampai saat ini masih ada Rp 950.000,00. Dana ini akan saya gunakan setiap bulan untuk membeli kebutuhan mereka selama beberapa bulan. Setiap bulan akan dianggarkan sekitar Rp 100.000,00-Rp 200.000,00. Dari dana tersebut mudah-mudah tercukupi untuk membeli beras, gula, teh, roti, abon, kecap, susu, biskuit, air mineral, garam dan kebutuhan primer lainnya.

Per Maret 2014, sudah beberapa kali memberikan bantuan sembako dari dana donatur. Terakhir, 18 Maret 2014 saya membelikan sembako di toko kelontong dekat rumah (Antapani-Bandung) sebesar Rp 150.000,00 terdiri dari beras, teh, kopi, gula, kecap, mie goreng, obat-obatan dan bahan sembako lainnya. Saya putuskan membeli di toko kelontong berdasarkan saran seorang rekan bernama Kak Adhe yang juga berkutat pada kegiatan yang sama. Mengingat harga di supermarket lebih mahal. Berikut adalah struk pembelian sembako dan beberapa foto Kakek dan Nenek Omo :

 Gambar

Struk 1 (bagian depan)

Gambar

Struk 2 (bagian belakang)

Gambar

Nenek dan Kakek Omo menerima bantuan dari donatur

Gambar

Sembako untuk Kakek dan Nenek Omo

GambarGambar

Nenek mengucapkan terima kasih atas bantuan donatur 

Nenek sudah tampak lebih segar meskipun masih tidak dapat melihat karena katarak. Beliau tidak mau diajak berobat untuk operasi katarak karena takut. Sayapun tidak bisa memaksa beliau. Sedangkan, kakek hanya bisa terbaring dan tidak bisa bangun untuk duduk maupun berdiri. Sama seperti nenek, Kakek Omo tidak mau diajak berobat. Saya hanya bisa berupaya untuk membantu melengkapi kebutuhan pokok mereka dari dana yang diberikan oleh donatur.

Saldo saat ini adalah Rp 800.000,00. Masih saya simpan untuk digunakan membeli keperluan utama beliau khususnya sembako. In Shaa Allah masih cukup untuk 5 bulan ke depan. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur atas bantuan dana ini. Semoga senantiasa diberkahi rezeki berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa.

Informasi mengenai Kakek dan Nenek Omo akan terus saya sampaikan melalui twitter di akun @adisasoedarso dan blog ini adisaittaqasoedarso.wordpress.com.

Salam sayang,

 

Adisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s