Berlatih Menyiapkan Persalinan

“Persalinan Lembut Bersama Bidan Okke”, menjadi tema yang diangkat dalam  kegiatan bulanan ke-5 komunitas Aparabumi. Masih di lokasi yang sama, Aparabumi diselenggarakan di Simpul Space Bandung Creative City Forum (BCCF), Jalan Purnawarman No. 70, Bandung pada Minggu, 13 April 2014. Acara ini dipandu oleh Yasmin, selaku pendiri Aparabumi. Pengisi acara diskusi ialah bidan Okke Evriana dan menghadirkan beberapa ibu muda yang akan menceritakan pengalaman melahirkan yang sesuai dengan rencana.

            Seperti biasa, acara dimulai pada pukul 09.00 pagi. Peserta yang hadir sekitar 17 perempuan yang sudah memiliki putra/ putri dan yang sedang mengandung. Menariknya, para ibu-ibu ini ditemani oleh suami dan ibu mereka. Sesuai dengan harapan Aparabumi bahwa memberikan wawasan mengenai kehamilan dan persalinan tidak hanya kepada sang ibu. Akan tetapi, juga kepada orang-orang terdekat sang ibu khususnya suami dan orang tua mereka. Sehingga, segala rencana persalinan dapat dipersiapkan dengan matang oleh keluarga.

            Bidan Okke, salah satu pendiri Aparabumi menjadi pembicara pada pertemuan kali ini. Ia menyampaikan materi kepada peserta mengenai bagaimana cara bersalin dengan lembut sesuai dengan keinginan sang ibu. Menurut bidan Okke, ibu yang sedang hamil harus berlatih nafas yang teratur setiap hari. Dimulai sejak dinyatakan hamil hingga memasuki waktu persalinan. Karena, dengan ibu yang berlatih nafas, akan memberikan oksigen yang cukup bagi jabang bayi. Oksigen yang dikirim ibu kepada bayi akan tercukupi saat ibu merasa santai tanpa beban.

            Di masa kehamilan, selain berlatih pernafasan, ibu harus rajin membiasakan diri jalan kaki. Selama itu pula harus menciptakan rasa nyaman pada diri sendiri. Pada 3 bulan sebelum hari kelahiran, maksimalkan rasa nyaman tersebut. Ketika sudah masuk usia 9 bulan, kontraksi saat melahirkan akan terhenti karena sang ibu tidak memiliki rasa aman dan selalu cemas. Sehingga, rencana yang sudah dipersiapkan akan tidak berlajan lancar. Salah satunya, kelahiran bayi akan mundur dari prediksi.

            Untuk melengkapi wawasan peserta, Okke menayangkan sebuah film “The Stages of Labor”. Ini merupakan sebuah film dokumenter yang memberikan gambaran mengenai dunia persalinan secara komprehensif. Ada tiga tahapan persalinan yang dipaparkan dalam film tersebut. Pertama adalah kontraksi. Setiap ibu memiliki lama waktu kontraksi yang berbeda-beda. Saat mulut dari jalan lahir terbuka pertama kali bisa memakan waktu 14 jam. Selanjutnya dapat 8 jam sampai bayi lahir. Saat rahim berkontraksi, mulut rahim terbuka sekitar 3 cm. Dalam keadaan seperti ini, ibu harus mencoba menenangkan diri dengan mencoba mengambil nafas yang dalam dan bergumam atau bersenandung. Upaya ini dapat mengurangi rasa sakit cukup signifikan. Dukungan emosional akan sangat dibutuhkan ibu secara khusus dari seorang suami.

            Tahap kedua ialah mendorong. Pada masa ini, suasana ibu ada pada tataran yang mengambang antara senang dan frustasi menjadi satu. Ibu harus terus mendorong bayi agar keluar dengan posisi yang nyaman. Kadang dalam  posisi nyaman, sang ibu tidak serta merta berusaha sekuat tenaga mendorong bayi. Jadi, siapapun orang terdekatnya harus terus memberikan dorongan yang kuat agar ibu mengeluarkan seluruh tenaga untuk mendorong agar bayi keluar.

            Terakhir adalah pengeluaran plasenta. Pada umumnya, setelah bayi lahir, plasenta segera digunting oleh medis. Padahal, biarkan saja plasenta masih menyatu dengan bayi. Biarkan bayi menghirup udara di dunia sejenak dengan masih ditemani plasenta. Adapula plasenta yang terputus dengan sendirinya seiring dengan menyusutnya dinding rahim. Jadi, jangan paksakan plasenta diputus dengan buru-buru. Perkenankan juga bayi untuk diberikan ASI saat lahir agar ada ikatan kuat dengan sang ibu.

            Setelah penayangan film dokumenter tentang persalinan, di sesia terakhir ada testimonial dari seorang ibu yang sudah merasakan sendiri bagaimana merancang sebuah persalinan dan berjalan dengan baik. Bella, ibu dengan dua orang anak memberikan pengalamannya. Waktu kehamilan anak pertama, ia sama sekali tidak memiliki wawasan bagaimana menjalani kehamilan yang tenang dan nyaman. Ia selalu panik dan bingung. Begitupun dengan suami. Jadi, saat melahirkan anak pertama ia merasakan sakit. Setelah itu, pada kehamilan kedua, ia mengevaluasi kesalahan-kesalahan pada kehamilan dan kelahiran anak pertama. Kemudian ia merancang sebuah skenario untuk kelahiran anak kedua.

            Pada anak kedua, ia ingin melahirkan di rumah dan dengan teknik water birth. Ia banyak bertanya dengan dokter dan bidan. Tidak hanya itu, ia juga membaca buku dan berbagi cerita dengan rekannya yang sudah mencoba water birth. Akhirnya, ia putuskan untuk melahirkan di dalam air di rumahnya. Tentu ada sebuah kenyamanan saat melahirkan di rumah ditambah dengan teknik untuk mengurangi rasa sakit. Di hari kelahiran, rencana yang dibuat berjalan dengan berhasil. Pembukaan lengkap sampai sepuluh dan 20 menit kemudian bayi lahir selamat.

            Sebelum acara ditutup, suami dari Yasmin, Sano, memberikan cerita yang menarik saat Yasmin melahirkan Momo (panggilan putra mereka). Ia mengatakan bahwa merasakan panik saat Yasmin akan melahirkan. Sano tidak memiliki wawasan sama sekali untuk menghadapi kelahiran putranya. “Saya sampai dicakar-cakar dan engga tau harus ngapain”, tuturnya. Jadi, mulai dari sekarang, ayah dan ibu yang sedang hamil upayakan untuk memiliki wawasan yang sama mengenai kehamilan dan kelahiran. Sehingga, kepanikan yang terjadi dapat diminimalisir dan membuat persalinan menjadi lembut tanpa rasa sakit.

            Seperti biasa, acara ditutup dengan berfoto bersama para peserta lengkap dengan orang tua dan suami masing-masing. Sudah 3 jam kegiatan Aparabumi yang ke-5 dilaksanakan. Antusiasme masih terus terasa dan Yasmin berharap wawasan yang sudah disampaikan bidan Okke menambah khasanah pengetahuan mereka. 

 

Gambar

 

Berfoto bersama setelah acara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s