Belajar “Menyihir” dengan Theoresia Rumthe

Taman Musik Centrum menjadi tempat yang dipilih Buku Untuk Papua Bandung dalam menyelenggarakan #KelasCerdas2 dengan tema “public speaking” bersama Theoresia Rumthe pada Minggu 27 April 2014. Beberapa panitia sudah sibuk mempersiapkan acara sejak pukul 08.30 pagi, karena acara akan dimulai setengah jam kemudian. Arena taman yang luas dan strategis menjadi alasan dipilihnya tempat ini oleh Theo (panggilan akrab Theoresia Rumthe) mengingat ruang publik harus dimanfaatkan oleh publik dengan baik pula.

Cuaca yang cerah sangat mendukung kegiatan #KelasCerdas2 ini.Satu per satu para peserta datang dengan membawa buku-buku yang hendak disumbangkan. Sambil menunggu Theo datang, para peserta menikmati lingkungan taman yang dikelilingi pohon yang rindang. Tidak hanya Buku Untuk Papua Bandung saja yang sedang berkegiatan di Taman Musik, tetapi juga anak muda Bandung yang sedang bermain musik dan basket.

Pukul 09.30 acara dimulai. Sedikit terlambat dari jadwal yang direncanakan karena menunggu seluruh peserta datang. Acara dibuka dengan cerita terbaru mengenai Buku Untuk Papua Bandung oleh Alfred. Dilanjutkan dengan pengenalan masing-masing peserta. Banyak diantara mereka yang baru mengetahui gerakan ini melalui teman mereka atau media sosial. Dan kehadiran mereka memberikan kesegaran pada BUP Bandung yang menunjukkan bahwa gerakan in semakin banyak yang mengetahui.

Setelah sesi pengenalan peserta selesai, Koko selaku ketua #KelasCerdas menyampaikan informasi mengenai kelas cerdas itu sendiri. “Kelas cerdas itu wadah untuk berbagi wawasan”, ucap Koko. #KelasCerdas BUP Bandung sebelumnya sudah dua kali diselenggarakan dan pada Hari Minggu ini acara yang ketiga. BUP Bandung akan selalu mengupayakan #KelasCerdas akan selalu diadakan setiap satu bulan sekali.

Sesi yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Theoresia Rumthe selaku pengisi #kelascerdas sudah tidak sabar untuk berbagi wawasan dan keseruan untuk belajar public speaking.Beliau adalah seorang penyiar radio, pembawa acara, serta pengajar public speaking di Tobucil. Jadi, berbicara di depan orang adalah makanan sehari-harinya. Tidak heran secara keseharian, Kak Theo sangat ramah.

Menurut Kak Theo, public speaking adalah seni menyihir orang dengan pesan yang kita sampaikan agar sampai di hati. “Sesuatu yang lahir dari hati, akan diterima oleh hati juga”, jelas Theo. Banyak sekali faktor penunjang dalam berbicara di hadapan orang. Wajar saja ketika kita tampil di depan umum, kita akan merasa grogi. Itu merupakan hal alami. Jadi, tidak perlu ditakutkan. Persiapkan diri dengan latihan rutin berbicara di depan cermin atau bersama dengan teman yang ikut membantu mengoreksi kekurangan apa saja yang dimiliki oleh kita saat berbicara.

Salah satu hal yang paling penting adalah teknik suara. Ada dua jenis suara, yaitu suara tenggorokan dan suara perut. Suara tenggorokan memungkinkan suara kita cempreng dan cepat lelah. Sedangkan, suara perut akan memproduksi suara yang bulat dan enak didengar. Di tengah-tengah penyampaian materi, Theo mengajak peserta berlatih vokal.Semua peserta dilatih untuk mengeluarkan suara dari perut. Setelah itu, tiap-tiap peserta ditunjuk Theo untuk latihan produksi suara. Sehingga, akan kelihatan bagaimana produksi suara kita dan Theo akan membantu memperbaiki kekurangan tersebut.

Tidak lengkap jika kita tidak tersenyum saat berbicara (smiling voice). Hal kecil tapi penting yang sering dilupakan orang. Berbicara sambil tersenyum akan membuat khalayak juga merasa senang dengan apa yang kita sampaikan.  Selanjutnya, intonasi atau gelombang berbicara. Gunakan banyak intonasi  pada setiap kata atau kalimat untuk memberi roh pada pesan kita. Sehingga, tidak akan terasa membosankan. Artikulasi juga poin utama untuk memberi kejelasan pesan. Agar pesan kita tidak membingungkan khalayak.

Kemudian, selain suara, gesture tubuh dan eye contact juga faktor pendukung kesuksesan public speaking.Gerak tubuh akan melengkapi kesempurnaan di depan khalayak. Jangan lupa tatapan mata untuk menciptakan rasa percaya diri. #KelasCerdas semakin menarik, karena Theo selalu menyajikan praktik diantara teori. Setelah semua materi disampaikan, saatnya mencoba berbicara di depan para peserta lainnya secara bergilir.

Tema yang ditawarkan oleh Theo yaitu mengenai tokoh-tokoh dunia diantaranya Robert Downey Jr, Marilyn Monroe dan Jokowi. Setiap peserta diberikan waktu selama dua menit untuk menyampaikan apa yang mereka ketahui tentang tokoh yang mereka pilih. Tidak lupa mempraktikkan apa yang sudah disampaikan Theo sebelumnya. Peserta yang maju dipilih secara acak oleh Theo. Jadi, kita harus benar-benar siap dengan tokoh pilihan kita. Sehabis peserta maju satu per satu, Theo melakukan evaluasi apa yang menarik dan yang seharusnya diperbaiki dari tiap peserta.

Sayang sekali, kegiatan ditutup terlalu cepat dari jadwal karena cuaca mendung dan sudah turun hujan rintik-rintik. Acara diakhiri dengan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan kepada Theo. #KelasCerdas2 berjalan dengan baik dan banyak memberikan wawasan seni berbicara di depan khalayak yang menjadi bekal untuk tampil berani dan percaya diri. 

Gambar

Kak Theo memberikan materi public speaking kepada para peserta

 

Gambar

Pemberian kenang-kenangan dari BUP Bandung kepada Kak Theo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s