DONGENG UNTUK ANAK-ANAK RUMAH EDUKASI | ADISA SOEDARSO @BUPBANDUNG

Anak-anak yang duduk di sekolah dasar sedang menikmati liburan kenaikan kelas. Masa libur hingga tanggal 14 Juli 2014. Selama itu, anak-anak mengisi liburan dengan kembali belajar. Tentu dengan suasana yang lebih menyenangkan. Mereka belajar di sebuah komunitas bernama Rumah Edukasi yang terletak di Jalan Sederhana No. 30. Sebelumnya, mereka juga belajar di tempat tersebut untuk mengasah kreativitas di luar jam sekolah formal.

Salah satu cita-cita Buku Untuk Papua adalah bisa berkolaborasi dengan komunitas lain yang ada di masing-masing kota untuk saling mengenal dan bersilaturahmi. Lebih lanjut bisa sama-sama membangun tujuan agar lebih mudah mencapainya dan bahu-membahu membantu kekurangan yang ada. Oleh karena itu, #KelasCerdas Bulan Juni ini, Buku Untuk Papua Bandung menyelenggarakannya di markas Rumah Edukasi dengan tema “Mendongeng”.

Sehari sebelum puasa, 28 Juni 2014, #KelasCerdas Bandung dilaksanakan. Semua anak-anak Rumah Edukasi diarahkan untuk mengikuti kelas ini karena merupakan salah satu bagian hiburan di masa liburan untuk mereka. Sebanyak 15 anak sudah duduk manis di ruang belajar sejak pukul 09.00 WIB. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan pengenalan adik-adik Rumah Edukasi mengenai Papua secara singkat berkaitan dengan letak geografis serta budayanya yang disampaikan oleh Alfred Abidondifu, salah satu relawan Buku Untuk Papua Bandung.

Waktu semakin siang dan peserta yang hadir semakin banyak. Mendongeng bersama anak-anak dimulai oleh Pinot Sity, pembicara BUP Bandung yang suka mendongeng bersama anak-anak. Ia bercerita tentang Yong Tu dan Pot Bunga serta Semut dan Belalang. Setelah bercerita, adik-adik diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Pinot karena siapapun yang bisa menjawab akan mendapat hadiah buku. Beberapa diantara adik-adik ini ada yang berani menjawab dan berinteraksi sehingga menambah keseruan #kelascerdas kali ini.

Ternyata, tidak hanya Pinot saja yang mendongeng. Salah satu peserta #kelascerdas yaitu Tera yang mengajukan diri untuk mendongeng. Adik-adik diajak untuk berkumpul menghadap papan tulis, karena Tera akan mendongeng sambil menggambar. Tema yang diangkat tentang seekor gajah bernama Elmer. Anak-anak sangat senang karena Tera menceritakan dengan sangat ekspresif.

Setelah Tera, ada Deta yang juga ingin mendongeng kepada anak-anak Rumah Edukasi. Cerita yang ia bawakan tentang Beruang. Ia dapatkan cerita ini dari sebuah buku anak-anak yang sangat beliau suka. Deta pun membawakannya dengan intonasi yang sesuai. Cerita yang disajikan memang disukai oleh mereka. Jadi, anak-anak tidak merasa bosan meskipun ada beberapa yang mengantuk karena sudah masuk waktu tidur siang.

Acara masih terus berlanjut karena Alfred juga turut berpartisipasi menjadi pendongeng. Kali ini sesuai dengan spesialisasinya sebagai mahasiswa fisika yaitu mengenai tata surya. Anak-anak diajak untuk mengenal tata surya dan menggali imajinasi mereka mengenai planet di alam semesta. Sebagai pendongeng pamungkas, Bhawika, selaku animator mengajak anak-anak untuk melihat video kartun yang beliau tampilkan di sebuah tab. Anak-anak mengelilingi Bhawi untuk melihat kartun animasi yang biasanya digunakan untuk belajar dan mendongeng.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 dan memasuki penghujung acara. Seperti biasa pada kelas cerdas sebelumnya, acara ditutup dengan berfoto bersama. Setelah itu, adik-adik dipersilakan untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Untuk para relawan dan peserta lainnya masih berkumpul, saling berkenalan dan bertukar cerita. Tidak sedikit diantara peserta yang datang dari komunitas-komunitas lainnya yang ingin sama-sama belajar membangun komunitasnya sendiri agar lebih bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Seperti janji Buku Untuk Papua Bandung kepada komunitas Rumah Edukasi, Adisa sebagai salah satu relawan mewakili Buku Untuk Papua Bandung memberikan sumbangan buku untuk kelengkapan perpustakaan Rumah Edukasi yang sedang dibangun. Buku yang diberikan jenisnya buku cerita dan pengetahuan umum. Kedepannya, perpustakaan yang akan dibangun ditujukan tidak hanya untuk anak-anak saja tetapi bisa juga bagi orang tua yang sedang menunggu anaknya belajar. Jadi, perpustakaan ini terbuka untuk umum.

Banyak hal yang didapat dari #kelascerdas bulan ini. “Seru banget kelas mendongeng karena memang kita mengasah imajinasi anak-anak”, tutur Deta. Saat berdiskusi, para peserta menyampaikan ide dan masukan untuk mendongeng bagi siapapun yang tertarik pada hobi ini. Melalui mendongeng, beberapa komunitas bisa berkumpul dan menyerap apa yang sudah disampaikan oleh para pemateri. “Because, imagination is more important than knowledge”, Einstein.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s