Energi Baru untuk Pulau Sumba

Indonesia kaya akan sumber energi. Sebagai negara tropis yang dilewati garis khatulistiwa, membuat segala flora, fauna serta keanekaragamanhayati dapat tumbuh dan hidup dengan subur di tanah ini. Meskipun di musim kemarau, tapi kita dapat menikmati manfaat dari sinar matahari yang terik. Begitu pun di musim hujan, jika dapat dimanfaat dengan baik, kita dapat menampung air hujan dan digunakan untuk kepentingan sehari-hari.
Salah satu wilayah yang banyak menyimpan energi adalah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Wilayah di timur Indonesia ini luas wilayahnya ‘hanya’ 10.710 km2. Meskipun begitu, Pulau Sumba memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah untuk dikembangkan dan diberdayakan. Karena, selama ini Pulau Sumba hanya dapat kita dengar saja kisahnya tanpa diketahui sumber daya alamnya yang dapat dimaksimalkan.
Hivos adalah sebuah organisasi pembangungan nirlaba non-pemerintah yang berasal dari Belanda. Berdiri pada tahun 1968 yang berkontribusi untuk mendukung perbaikan kehidupan dunia dalam berbagai sektor ke negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri, Hivos mengupayakan perbaikan aksesibilitas di wilayah Pulau Sumba. Sehingga, diharapkan masyarakat Pulau Sumba dapat menikmati hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari alam yang dimiliki oleh mereka.
Program yang diadakan oleh Hivos untuk memaksimalkan potensi Pulau Sumba adalah Ekspedisi Sumba, “Sumba Iconic Island-The Iconic Island for Renewable Energy”. Tahun 2014 adalah tahun ketiga diselenggarakannya ekspedisi yang ditujukan untuk para petualang yang berani mengambil tantangan besar ini. Hivos bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan, institusi dan masyarakat setempat untuk membuat 100
% akses energi terbarukan. Pada tahun 2014, ada 8 partisipan yang terdiri dari 4 orang Belanda dan 4 orang Indonesia yang akan berangkat ke Pulau Sumba pada Bulan September.
Pulau Sumba tergolong ke dalam wilayah yang miskin. Sebesar 70% masyarakat tidak memiliki listrik dan air sebagai kebutuhan primer mereka. Tujuan ekspedisi ini adalah untuk mewujudukan Pulau Sumba yang menggunakan tenaga air, energi cahaya matahari, tenaga angin dan biogas untuk menghasilkan listrik dan gas pada tahun 2023.
Pada ekspedisi ini, dipilih para petualang yang menjalankan misi dan menjelajahi wilayah Pulau Sumba. Mereka akan turun langsung dan tinggal bersama masyarakat selamam beberapa minggu untuk mengetahui dan merasakan lebih dalam mengenai kehidupan masyarakat di Pulau Sumba. Sehingga, para penjelajah akan menemukan fakta dan data baru terkait kebutuhan utama masyarakat di Pulau Sumba dan energi/ potensi apa saja yang dapat digunakan untuk membantu perekenomian kehidupan masyarakat lokal.
Hivos sangat mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pemberdayaan sumber daya lokal. Lembaga ini berpartisipasi dengan mengembangkan alam sesuai kreativitas dan kemampuan masing-masing wilayah yang mereka dukung. Dorongan yang kuat dari Hivos memberikan masa depan yang cerah bagi Pulau Sumba.
Sebagai lembaga yang berkontribusi besar pada lingkungan, Hivos juga membantu mengurangi penggunaan tas plastik. Bekerja sama dengan wirausaha sosial, baGoes, Hivos membuat tas lipat pakai ulang yang unik dan menarik. Tas lipat ini dibuat sebagai salah satu dukungan terhadap program Sumba Iconic Island. Dengan adanya tas lipat unik ini diharapkan masing-masing petualang yang sedang menjalankan misi mendapatkan sebuah pesan agar tidak belanja menggunakan tas plastik saat berpetualang. Program yang unik tentu harus didukung dengan sikap yang baik melalui penggunaan tas lipat unik. (AS)

Sumber :
http://www.biru.or.id/index.php/about-hivos/
http://www.hivos.nl/ind/Ekspedisisumba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s