Pertajam Kepedulian di Hari Hak Asasi Hewan

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya adalah aturan Indonesia yang berupaya untuk melindungi satwa dari eksploitasi yang menjadikan satwa dilindungi sebagai pakaian, makanan dan obat-obatan. Sejauh ini kita sering mengamati di media massa, masih banyak satwa dilindungi yang terancam kepunahannya karena semakin banyak manusia yang ingin memangsa mereka dan menjadikannya barang komersil.
Percaya atau tidak, ternyata ada hari khusus dalam satu tahun untuk memeringati kebebasan satwa. Hari Hak Asasi Hewan jatuh pada tanggal 15 Oktober. Dasarnya adalah bahwa hak-hak dasar hewan haruslah sederajat dengan hak yang dimiliki manusia. Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan hari tersebut untuk melindungi hewan-hewan yang diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Melindungi hewan sama seperti melindungi manusia dan alam. Jika hewan sudah punah, maka tidak ada lagi keseimbangan kehidupan di bumi.
Beberapa waktu belakangan ini, banyak terdapat kasus pembantaian hewan di beberapa wilayah nusantara. Orang utan ada yang dijadikan wanita tuna susila, gajah dipotong bagian belalainya untuk diambil gadingnya, harimau diburu untuk diambil kulitnya, dan masalah-masalah pembantaian lain yang sangat sadis. Betapa menyedihkan kondisi seperti ini. Perilaku manusia yang membantai tanpa memerhatikan kelangsungan hidup hewan adalah salah satu pelanggaran hak hidup hewan.
Punahnya hewan juga disebabkan karena perusakan habitat hidupnya dan penjualan hewan secara ilegal. Kita ketahui bersama, sejumlah hutan di Kalimantan dan Sumatera dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit oleh pengusaha-pengusaha yang terlalu rakus dengan mengedepankan egonya. Mereka hanya memikirkan keuntungan besar yang mereka dapat tanpa memperhitungkan dampak buruk yang akan terjadi.
Rasa kasih sayang tidak hanya diberikan kepada sesama manusia. Tetapi, harus diberikan kepada seluruh makhluk hidup ciptaan Tuhan, termasuk hewan. Hewan berhak menerima perlakuan yang baik dari manusia. Mereka adalah ciptaan Tuhan yang harus kita lindungi dari segala bentuk kepunahan. Keberadaan mereka adalah bentuk keseimbangan alam. Satu spesies saja punah akan mendestruksi kondisi lingkungan.
Penyusutan populasi satwa terjadi di Sumatera. Berdasarkan informasi yang dilansir Aceh Mail, dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), populasi gajah di Aceh menyusut. Beberapa gajah diambil gadingnya dan dibiarkan mati. Adapula gajah yang kehilangan habitat hidup karena rumahnya dijadikan perkebunan. Ancaman lainnya juga terjadi pada hewan harimau Sumatera. Pengembangan industri menyebabkan harimau harus mencari rumah penggantinya dari hutan ke pemukiman warga. Ketakutan warga akan hewan buas menyebabkan mereka harus melakukan tindakan preventif sebelum jatuh korban jiwa. Akibatnya, hewan harus bertarung dengan manusia yang ujung-ujungnya hewan tersebut mati karena dibunuh.
Perburuan juga terjadi di beberapa negara. Semisal di Australia, sembilan ekor burung ditemukan dalam kondisi kepala terputus dan remuk seperti dihantam benda keras. Burung beo langka hilang dari kebun binatang. Dicurigai ada oknum yang melakukan pembantaian dan pencurian pada hewan yang dilindungi. Brutalnya tindakan pencuri itu tidak menunjukkan contoh yang baik sebagai seorang manusia.
Hakikatnya, hewan memiliki hak yang sama layaknya manusia. Mereka butuh rasa afeksi dan perlindungan. Permasalahan ini harus dijadikan perhatian yang serius oleh pemerintah. Mereka yang membuat peraturan dan mereka juga yang harus menegakkan aturan tersebut agar tidak terjadi lagi perburuan, pembantaian dan penghilangan hewan serta habitat dengan tidak bertanggung jawab. (AS)

Sumber : republika online, wikipedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s