Menabung Pohon, Menjaga Kehidupan

Seringkali tidak kita sadari bahwa barang-barang kebutuhan sehari-hari yang kita konsumsi berasal dari alam. Meja, kursi, kertas, kardus, lemari dan perkakas rumah tangga lainnya diproduksi dari pohon. Kita tidak boleh menafikkan fakta bahwa hutan yang tumbuh di tanah khatulistiwa ini adalah sumber kehidupan yang sangat besar. Oksigen yang kita hirup bersumber dari proses pernafasan tumbuhan. Kuliner yang kita makan diproduksi dari tumbuhan di sekitar lingkungan kita.
Jamak diketahui, Hari Pohon Sedunia diperingati setiap tanggal 21 November 2014. Indonesia sebagai negara agraris memiliki kesempatan untuk memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Karena itulah, paru-paru dunia terletak di Indonesia. Ini sebuah sebutan bagi negara yang mempunyai banyak pohon dan hutan terluas. 70% paru-paru dunia berlokasi di tanah Cendrawasih, Papua.
Bersumber dari data FAO di tahun 2010, seluruh hutan di dunia (Indonesia penyumbang terbesar) menyimpan 289 gigaton karbon dan penunjang kestabilan iklim dunia. Namun, anomali terjadi di sini. Hutan Indonesia mengalami kerusakan dan ancaman degradasi yang tak terelakkan. Setiap hari dapat kita simak melalui media massa, betapa seringnya pembalakkan liar, alih fungsi hutan, kebakaran hutan dan eksploitasi besar-besaran lain yang tidak bertanggung jawab dan hanya digunakan untuk kepentingan segelintir kelompok untuk mengubahnya menjadi uang.
Dampak yang terjadi adalah hilangnya hewan-hewan endemik yang sudah hampir punah, masyarakat adat yang kehilangan kehidupannya, terganggunya ekosistem hingga pada kerugian materi yang cukup fantastis. Deforestasi ini harus kita cegah supaya tidak merambah pada masalah yang lebih masif dan menghancurkan bumi dengan lebih cepat. Kita ingin rumah kita ini dapat kita wariskan pada anak dan cucu kita kelak dalam keadaan yang nyaman, lestari dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Banyak langkah yang dapat kita lakukan untuk menjaga dan melestarikan pohon. Di kota-kota metropolitan sebagai penyumbang polusi terbesar, pemerintah dapat membangun ruang terbuka hijau (RTH) dalam jumlah yang banyak. Fungsi pohon sebagai penyerap gas karbondioksida bermanfaat untuk menyeimbangkan antara polusi dan kesegaran kota. Selain itu, setiap gedung menyediakan sebuah taman yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon agar tidak gersang sebagai bentuk penghijauan.
Cara lainnya yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan melakukan pembibitan tanaman di halaman sekolah dan rumah. Selain menghijaukan lingkungan, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari pendidikan untuk anak-anak agar lebih mencintai alam dan lingkungan. Akar pohon yang ditanam akan menyimpan cadangan air ketika hujan. Langkah-langkah sederhana ini akan bermanfaat sangat besar jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Hutan yang sudah gundul dapat kita tanam kembali dengan tumbuh-tumbuhan yang sama seperti sedia kala. Kondisi seperti ini memang membutuhkan proses dan waktu yang sangat panjang. Namun, menabung pohon adalah salah satu langkah mengembalikan hutan kepada kehidupan aslinya. Mengembalikan hutan sama dengan menata kembali kehidupan hewan dan masyarakat adat yang tinggal di dalamnya.
Momentum Hari Pohon Sedunia haruslah menjadi bahan perenungan bersama. Betapa hutan kita yang sangat luas, kini berangsur-angsur berkurang karena tindakan orang-orang bermodal besar untuk mendapatkan keuntungan kelompok mereka sendiri. Kita dapat mencegahkan dengan membangun solidaritas bersama untuk mengurangi tindakan keji pada alam dan makhluk hidup. Jangan sampai hutan yang dikonversi (dengan sengaja) menjadi tanaman beton Bangun kembali kesadaran masyarakat untuk memperjuangkan alam yang menjadi haknya. Jangan tunggu kerusakan baru kita sadar untuk peduli pada alam.
Jadi, sudah berapa pohon yang kita tanam? (Adisa Soedarso)
Sumber : http://www.wwf.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s